Revitalisasi Banten Lama Dikeluhkan Warga

Ilustrai

Serang, Liputanbanten.co.id – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Provinsi Banten, Mulai melakukan pembongkaran terhadap kios-kios pedagang yang berada diarea kanalisasi sungai Banten Lama, Pembongkaran tersebut dilakukan dalam rangka revitalisasi Banten Lama oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten. Hal tersebut dikatakan Plt Kasi Ops Satpol-PP Provinsi Banten, Ahmad T Apdani.

“Ada dua yang mengerjakan proyek revitalisasi Banten Lama ini, satu dari Perkim satunya dari PUPR, nah kalau pengerukan kanal itu dari PUPR, itu sudah berjalan sejak dua hari yang lalu. Kalau disekitar alun-alun itu baru Perkim,” kata Ahmad, saat ditemui di Depan Museum Banten Lama, Kota Serang, Selasa (3/7).

Ahmad menjelaskan, Sebelum melakukan pemindahan para pedagang kaki lima, Ahmad mengatakan, pihaknya terlebih dahulu melakukan sosialisasi.

kita lakukan sosialisasi dulu, saya pikir kami (Satpol PP-red) ingin melakukan secara persuasif kalau datang langsung pemindahan nanti refresif, karena bagaimanapun ini warga kita tidak mungkin main geruduk-geruduk,” ucapnya

“Kita lakukan komunikasi kepada warga dan aparatur pemerintah setempat, agar nanti saat pengerjaan proyek revitalisasi Banten Lama ini bisa berjalan dengan kondusifit dan di terima, syukur-syukur didukung,” terangnya

Disinggung soal ganti rugi, Ahmad menuturkan, pihaknya akan melakukan ganti kepada bangunan yang mempunyai surat-surat yang secara hukum sah.

“Terkait ganti rugi itu tidak ada, kecuali ada rumah didekat kanal yang bersertifikat segala macem nanti ada aturan yang bermain disana. Kalau tanah punya negara tidak ada ganti rugi,” tutur Ahmad

Sementara itu, salah seorang pedagang disekitar kanalisasi sungai Banten Lama, Rosita menyampaikan, dirinya berharap diberikan perpanjangan waktu sampai senin (9/7) mendatang. “Ada memohon lagi ini mah, sampai hari senin itu dibongkarnya,” ujarnya.

Ia pun berharap, pemerintah memberikan solusi dengan mencarikan tempat berjualan yang layak kembali. “Tempatnya dimana, yang layak. Ini mah Suruh cari sendiri, kalau kios itu belum jadikan,” harapnya. (Lb/Ar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here