Betonisasi Jl Raya Caringin-Mengger Dikeluhkan Warga

Pandeglang, Liputanbanten.co.id – Pembangunan betonisasi di Jl Raya Caringin tepatnya di Desa Banyuresmi, Kecamatan Jiput, Kabupaten Pandeglang dikeluhkan warga, Pasalnya, proyek betonisasi dengan nominal lebih dari 24 Milyar yang dikerjakan PT Jasa Kontruksi Internusa diduga ada pengurangan spesifikasi bahan material.

Pengurangan speksifikasi itu dipenggunaan besi behel, Perangkat Desa (Parades) Desa Banyuresmi Jamal mengatakan, pembangunan jalan milik Provinsi seharusnya menggunakan besi berukuran 12 untuk penguat betonisasi, namun fakta dilapangan hal tersebut tidak sesuai.

“Betnonisasi Jln Provinsi itu menggunakan behel ukuran 12 tapi ini memakai ukuran 8, kalau speknya dikurangi jalan itu cepat rusak,” katanya saat ditemui di rumahnya, Sabtu (1/9).

“Gini ya kang saya kasih contoh, untuk pembangunan jalan poros desa itu menggunakan pavingblok ukuran T.8, sedangkan untuk jalan lingkungannya menggunakan ukuran T.6, kalau jalan poros desanya menggunakan ukuran T.6 maka pengurangan spek, sedangkan untuk jalan lingkungan menggunakan ukuran T.8 itu penggelembungan, pun dengan jalan betonisasi di Jln raya itu,” paparnya.

Ia pun menyangkan sikap dari pihak Perusahaan yang acuh menangapi dari keluhan dan kritik dari warga sekitar. “Waktu itu ditanya sama warga kenapa pake behel ukuran 8 bukan ukuran 12? Ia menjawab dengan alasan bahwa jalan tersebut jarang dilintasi mobil besar, kan ini konyol, padahal mobil besar sering melintas, lagian ini untuk kekuatan betonisasi juga biar kepakai lama,” tandasnya.

Dirinya pun berharap, pemprov Banten bisa meninjau ulang pembangunan tersebut, agar negara dan masyarakat tidak dirugikan. “semoga pihak provinsi bisa mendengar dan segera meninjau pembangunan,” (Lb/Ar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here