Gelar Diskusi, Bintang 9 Wali Sepakat Indonesia Tidak Akan Bubar 2030

Forum Diskusi Fublik (Foto: Liputanbanten)

Serang, Liputanbanten.co.id – Sejumlah tokoh di Provinsi Banten sepakat bahwa Pancasila, Ekonomi, Politik yang stabil dan kultur budaya tidak akan membuat negara Indonesia bubar di tahun 2030 seperti yang diramalkan salah satu tokoh nasional Prabowo Subianto.

Hal tersebut diketahui saat diskusi publik yang diinisiasi oleh Bintang Sembilan Wali dengan mengusung tema ‘Mungkinkah Negara Bubar?, Fenomena Failed State dan indikasinya di Indonesia’. Diskusi tersebut digelar di sekretariat Bintang 9 Wali, Curug, Kota Serang, Rabu, (04/04)

Dalam kesempatan tersebut turut hadir selaku para narasumber, dewan pembina Bintang 9 Wali, KH Matin Syarqowi, Ketua DPW PPP Banten, Agus Setiawan, Ketua DPW PKS Banten, Miftahuddin, politisi PDIP Iwan Rosadi, akademisi Eko Supriyatno, politisi PKB Suryadi dan di moderatori oleh aktivis Nedi Suryadi.

Akademisi Universitas Mathla’ul Anwar, Eko Supriyanto mengungkapkan ada tiga syarat yang membuat negara ini tidak akan bubar, yakni kultur, pendidikan dan mengenal jati diri bangsa.

“Untuk itu, kita harus belajar ke eropa bagaimana semangat mengembalikan ilmu pengetahuan yunani dan romawi bagaimana merebut peradaban, kita  juga harus belajar kepada jepang tentang restorasi meiji dari pembaharuan dan cinta akan budayanya,” ujarnya.

Dikatakan Eko perlu sebuah gerakan atau forum yang bisa menjembatani dan mengejawantahkan ketiga syarat tersebut agar bisa masuk ke sendi masyarakat.

“Gerakan forum bintang sembilan bisa menjadikan gerakan cosmopolitan gerakan cinta agama cinta kampung halaman cinta pancasila cinta nkri dan siap mengikuti pasar bebas,” ucapnya.

Diakatakan Eko, kenapa harus cinta Pancasila karena Pancasila itu adalah lem perekat yang tidak dimiliki oleh bangsa lain perpaduan antara sosialisme dan liberalisme Yang membedakan dengan negara lain.

“Bayangkan coba amerika serikat yang membanggakan diri sebagai negara nomor satu paling demokrasi mengenai persoalan pemimpin perempuan belum selesai persolan perbedaan kulit belum selesai indonesia sudah selesai semua,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua DPW PPP Banten H. Agus Setiawan dengan mantap dan semangat mengatakan bahwa Indonesia kalau bubar mimpi tapi akan menjadi penyuplai pangan terbesar di dunia.

“Sekarang bagaimana pemerintah kita menciptakan teknologi pangan yang tepat dan sederhana tetapi mampu meningkatkan kinerja lahan kepada tingkat yang maksimal,” kata Agus.

Hal itu yang dapat dilakukan oleh Indonesia untuk menjadi pemimpin dunia, dalam hal pangan ini yang lebih menarik untuk dibahas oleh para generasi muda.

Pembina Bintang Wali Sembilan KH Matin Syarkowi menuturkan kritikan boleh saja namun, boleh membuat orang lain putus asa. Dirinya meminta ketika menyampaikan kritik hilangkan hasud karena kritik yang menjadi momok menakutkan bagi masyarakat itu tidak boleh.

“Saya optimis indonesia akan lebih maju sebab presiden sekarang ini selalu dinista dengan kritik yang satu sisi mungkin benar tapi kebanyakan tidak benar, untuk itu hilangkan politik dendam maka negara tidak akan hancur,” tutupnya [Lb/Ram]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here