Jenderal Iran Dibunuh Amerika Serikat

Ilustrasi

Liputanbanten.co.id – Orang andalan Iran Jenderal Qassem Soleimani dibunuh Amerika Serikat (AS). Puluhan ribu orang di Iran menyambut jenazah Jenderal Qassem Soleimani yang akan dimakamkan Selasa (7/1/2020).

Diberitakan Reuters, jenazah Soleimani tiba di kota Ahvaz, baratdaya Iran yang berbatasan dengan Irak, pada Minggu (5/1/2020). Soleimani tewas dalam serangan udara AS di Baghdad Jumat lalu.

Para pelayat membawa bendera berwarna hijau, putih, dan merah, lambang darah syuhada. Mereka mengenakan pakaian hitam, dan memukul-mukul dada, cara khas umat Syiah menunjukkan kesedihannya.

Selain tangisan dan ratapan, teriakan-teriakan anti-Amerika juga menggema di udara “Matilah Amerika”. Peti jenazah Soleimani tidak luput dari diciumi warga Iran.

Jenazah Solaemani tiba di Ahvaz dalam perjalanan dari Irak pada Minggu pagi. Massa berkumpul di Alun-alun Mollavi dan membanjiri jalanan Ahvaz, kota berpenduduk 1,3 juta orang. Peristiwa ini disiarkan langsung di televisi Iran.

Pemimpin Brigade Quds, Soleimani, dan lima orang Iran lainnya tewas dalam serangan AS di dekat bandara Baghdad. Pembunuhan Soleimani dilakukan atas perintah langsung Presiden Donald Trump setelah Kedutaan AS di Irak diserbu milisi pro-Iran.

Iran mengancam akan menuntut balas atas kematian Soleimani. Sementara Trump mewanti-wanti Iran untuk tidak menyerang fasilitas mereka jika tidak ingin diserang.

Kantor berita Iran, ISNA, mengatakan jasad Soleimani akan diterbangkan ke ibu kota Tehran pada Minggu malam untuk dilakukan penghormatan terakhir.

Pada Senin (6/1/2020), pemimpin Iran Ayatullah Ali Khamenei akan memimpin doa di tempat penyemayaman Soleimani di Tehran University.

Jenazahnya akan dikirim ke Qom untuk dilakukan prosesi doa di makam Fatimah Maksumah. Rencananya Soleimani akan dimakamkan di kota kelahirannya, Selasa (7/1/2020).(Lb/Kmp/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here