AS Mulai Berlakukan Sanksi Terhadap Iran

Pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei. (Dok/Net)

AS, Liputanbanten.co.id – Menteri Luar Negeri Amerika Mike Pompeo mengatakan Iran harus mulai berperilaku seperti apa yang disebutnya sebagai “negara normal,” sementara Amerika Serikat bersiap untuk memberlakukan kembali sanksi-sanksi terhadap Teheran.

“Ini hanya tentang ketidakpuasan warga Iran dengan pemerintah mereka sendiri dan Presiden Trump cukup jelas. Kami ingin rakyat Iran memiliki suara yang kuat mengenai kepemimpinan yang mereka tentukan,” kata Pompeo kepada wartawan Senin (6/8).

Dia mengatakan Senin ini Gedung Putih akan memberikan rincian tentang sanksi-sanksi yang mulai berlaku hari Selasa (7/8) terhadap berbagai industri Iran, termasuk industri otomotif, emas, batubara dan baja. Pemerintah Iran juga tidak akan diizinkan lagi untuk membeli pesawat Amerika dan Eropa serta uang dollar Amerika.

Orang-orang dan bisnis yang terlibat dalam industri-industri tersebut diberi waktu 90 hari untuk mengakhiri kegiatan mereka dengan Iran. Periode itu berakhir Senin ini.

Sanksi terhadap ekspor energi Iran akan mulai berlaku pada bulan November.

Sanksi-sanksi yang telah dicabut akan diberlakukan kembali setelah Presiden Donald Trump menarik Amerika Serikat keluar dari kesepakatan nuklir 2015 dengan Iran dan lima negara lainnya.

Perjanjian itu menyerukan Iran untuk mengekang program pengayaan uraniumnya sebagai imbalan atas dicabutnya sebagian besar sanksi. Trump menyebutnya sebagai kesepakatan buruk karena menurutnya hal itu akan memberi Iran kesempatan untuk memulai kembali program nuklirnya.

Iran telah berulang kali membantah bahwa program nuklirnya ditujukan untuk mengembangkan senjata nuklir. (Lb/VOA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here