Melihat di Balik Layar Proses Pembuatan Film Wiro Sableng 212

Ilustrasi: Wiro Sableng 212, menjadi film terbesar di indonesia.

Jakarta, Liputanbanten.co.id – Sebuah rumah terbakar dilahap si jago merah. Kayu-kayu pun berjatuhan memporak-porandakan seisi rumah.

Rara Murni (Aghniny Haque), adik Raja Kamandaka (Dwi Sasono) berupaya melarikan diri bersama Pangeran (Yusuf Mahardika) dengan menunggangi seekor kuda.

Penggalan gambar tersebut merupakan sebuah cuplikan di balik layar proses pembuatan film Wiro Sableng 212.

Judulnya adalah “Production Diary Day 74 – Behind the Scenes: Wiro Sableng“, yang tayang di channel rumah produksi Lifelike Pictures berdurasi 1 menit pada 30 November 2017.

Mahesa Birawa (Yayan Ruhian) dan Kaligundil (Dian Sidik) berikut para pasukannya sedang menebar teror.

Di bagian lain, Wiro Sableng (Vino G Bastian), meski hanya terlihat dari belakang, tampak sedang menggoda Ketut Ireng (Habibie).

Ketut adalah anggota Empat Brewok dari Gua Sangreng bersama Seta Inging (Cuping Topan), Pitala Kuning (Mardi), dan Bergola Wungu (Asta).

Sementara Raja Kamandaka diperlihatkan sedang mencabut sebuah pedang dari sarungnya di tengah kegelapan. Ada pula Permaisuri (Marcella Zalianty), istri Raja Kamandaka berikut adiknya Werku Alit (Lukman Sardi) yang berjenggot dan berkepala plontos.

Lalu adegan penutup dihiasi dengan melayangnya Kapak Geni 212 milik Wiro Sableng yang tengah berputar-putar di sebuah ruangan.

Film Wiro Sableng 212 yang disutradarai oleh Angga Dwimas Sasongko memulai proses shooting pada 21 Agustus 2017. Berdasarkan keterangan resmi Lifelike Pictures, film tersebut memakan waktu 74 hari shooting di enam lokasi dengan delapan set.

Unsur kolosal tersaji kental dalam proses shooting hasil kerja sama Lifelike Pictures bersama Fox International Productions (FIP), perpanjangan tangan dari 20th Century Fox.

Di mana, lokasi shooting menampilkan perkampungan penduduk, hutan, tembing sungai, warung makan berbahan bambu, sebuah lorong, bangunan kerajaan, hingga sebuah set green screen.

Video tersebut juga memperlihatkan senjata-senjata yang digunakan seperti pedang, tombak, celurit, dan panah. Tentunya ada juga kuda-kuda sebagai kendaraan para sang pendekar beraksi.

Untuk sisi visual, Lifelike Pictures mengandeng Caravan Studio yang dikomandoi oleh komikus sekaligus ilustrator Chris Lie.

Duet koreografer laga Yayan Ruhian dan Chan Man Ching akan berpadu untuk menghasilkan adegan bela diri yang berkualitas.

Apalagi, jurus-jurus beladiri dalam film itu bersumber dari tiga perguruan. Dua jurus pamungkas diadaptasi perguruan silat di Jawa, yakni perguruan Ciung Wanara dan perguruan Panglipur. Sedangkan satu lagi berasal dari Jakarta, yakni perguruan Tenaga Dasar. (kom)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here