Setiap Tahun 1000 TKA di Indonesia Dideportasi

Menaker Hanif saat mengisi acara dialog publik dengan tema 'Peningkatan Kualitas Tenaga Kerja Indonesia' di kampus Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta),Kota Serang, Jum'at (7/12/18).

Serang, Liputanbanten.co.id – Pemerintah pusat melalui Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker)  terus tingkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di Indonesia dengan menggulirkan program triple skilling. Program Peningkatan itu bertujuan untuk mempersiapkan tenaga kerja yang berdaya saing.

Mentri Ketenagakerjaan (Menaker) M. Hanif Dhakiri menjelaskan, Triple skilling bertujuan  memberikan akses kepada masyarakat untuk memiliki kompetensi dalam meningkatkan dan merubah skill.

“Tripel skilling itu isinya skilling, upskillingdan reskilling. Jadi yang belum punya skillkita kasih program skilling agar punya skill, yang sudah punya skill kita kasih program upskilling, yang sudah punya skill tapi sudah tidak relevan dengan pasar kerja, maka kita kasih program reskilling,” Kata Menaker Hanif.

Itu disampaikan seusai acara dialog publik dengan tema ‘Peningkatan Kualitas Tenaga Kerja Indonesia’ di kampus Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta),Kota Serang, Jum’at (7/12/18).

lanjut hanif, selain memastikan tenaga Indonesia berdaya saing menaker juga ingin melakukan sertifikasi kepada para pekerja. Sehingga, mereka mempunyai legitimasi yang kuat untuk diakui industri nasional maupun internasional. “Sertifikasinya tentu saja kita sesuaikan dengan standar yang ada di industri,” ujarnya.

Selain menjelaskan peningkatan SDM tenanga kerja Indonesia, Hanif juga memaparkan sola pengawasan Tenaga Kerja Asing (TKA), menurutnya, pengawasan tenaga kerja secara nasional terus berjalan, prinsipnya penggunaan tenaga kerja asing di Indonesia ini masih sagat terkendali. Dari jumlahnya juga masih amat kecil, dibandingkan dengan negara-negara lain.

“Memang pelanggaran selalu ada, tapi pemerintah tidak membiarkan dan pemerintah memberikan tindakkan secara tegas,” katanya.

Untuk di Indonesia, sambung hanif,  setiap tahun rata-rata 1000 tenaga kerja asing di Indonesia dideportasi. Sebab para TKA melakukan pelanggaran. “Numoris, jadi gak usah khawatir, gak usah takut, pemerintah punya skema pengendalian yang cukup jelas dan penegakkan hukum yag tegas,” tuturnya.(Lb/Ar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here