Banjir Bandang Lebak, Polda Banten Fokus Selidiki Tambang Emas Ilegal

Kapolda Banten Irjen Pol Agung Sabar Santoso di halaman Mapolda Banten, Rabu (8/1/2020).@Foto:Liputanbanten.co.id

Serang, Liputanbanten.co.id – Dugaan banjir bandang yang menimpa enam Kecamatan di Kabupaten Lebak karena maraknya aktivitas tambang emas ilegal menjadi fokus Kapolda Banten, Irjen Pol Agung Sabar Santoso.

“Terkait penambangan ilegal, itu menjadi prioritas saya. Untuk bagaimana penanganannya,” kata Irjen Pol Agung Sabar Santoso, usai acara serah terima jabatan di halaman Mapolda Banten, Rabu (8/1/2020).

Ia mengatakan, permasalahan penambangan ilegal ini sudah lama terjadi dan kita akan bersama-sama mencari jalan keluarnya dengan stakholder terkait, baik itu daerah atau pusat.

“Kita akan bahumembahu dengan stakholder yang ada, saya berharap juga partisipasi teman-teman media dan mendukung sehingga saya melaksanakan tugas di Banten ini bisa berjalan dengan baik dalam rangka memberikan pelayanan dan Perlindungan kepada masyarakat,” katanya.

Ia menambahkan, pihaknya sudah menangani dan memberikan bantuan kepada masyarakat yang terkena musibah di Lebak, dengan bekerjasama dengan TNI dan Pemerintah daerah.

“Anggota saya juga yakin bisa menangani dan cukup berpengalaman. Bekerjasama dengan TNI juga masyarakat sangat membantu,” ujarnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Presiden Joko Widodo mengatakan bencana banjir bandang dan longsor di Kabupaten Lebak, Banten akibat adanya kegiatan penambangan ilegal di hutan Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS) sebagai hulu Sungai Ciberang.

Bencana banjir bandang dan longsor tentu cukup memprihatinkan akibat segelintir orang yang menikmati keuntungan, namun ribuan orang yang dirugikan mereka hidup menderita.(Lb/Ar/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here