Gempur Jegal Deklarasi #2019GantiPresiden

Serang, Liputanbanten.co.id – Puluhan pemuda  yang tergabung dalam Gerakan Masa Pejuang Republik Indonesia  (Gempur) melakukan aksi demonstrasi untuk menggagalkan kegiatan Deklarasi #2019GantiPresiden di Pondok Pesantren Nurul Qur’an di Kasunyatan Banten,  Kota Serang,  Jum’at (10/8).

Masa menuding, Gerakan #2019GantiPresiden sebagai upaya memecah belah bangsa Indonesia, serta mengarah pada tindakan makar.

“Dimomen politik kali ini kita menemui ekpresi politik yang berbahaya  dengan tagar 2019 ganti presiden, bahwa gerakan ini memiliki maksud yang bertentangan  dengan pondasi bernegara  yang telah disepakati  bersama oleh pendiri bangsa kita,” kata Koordinator aksi,  Abdul Rojak.

Pendiri bangsa kita,  lanjut Rojak, mulai dari para Ulama,  Kiyai,  Santri,  Pemuda,  Buruh,  Petani dan elemen masyarakat lainnya telah menyepakati  Pancasila,  Bhineka tunggal ika,  NKRI,  dan UUD 1945 sebagai pegangan hidup bangsa Indonesia.

“Melalui pondasi ini tata negara kita telah ditentukan bahwa  NKRI dipimpin oleh presiden dan sistem presidensil,  jadi gerakan 2019 ganti presiden tidak sesuai dan menghianati bentuk negara ini,” tandasnya.

Sembetara, Koordinator Keamanan Deklarasi #2019 ganti presiden Ridwan Alamsyah mengatakan, Penjegalan dari pihak yang tidak suka atas kegiatan tersebut  merupakan hak mereka, namun harus berlandaskan rasionalisasi yang jelas,  karena kita hidup di negara demokrasi.

“Perbedaan pilihan pendapat terkait pilpres 2019, kita harus menghormati satu sama lain mengenai pilihan masing-masing, dan yang terpenting  tidak membuat putusnya tali persaudaraan sesama masyarakat Banten,” kata Ridwan.

Pantauan dilapangan, aksi demonstrasi tersebut  hanya bertahan kurang lebih 30 menit, sebelum  dibubarkan oleh pihak kepolisian (Lb/Ar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here