Tekan Angka Kecelakaan di Palang Pintu Kereta, Dishub Kota Serang Sabet Penghargaan

Palang pintu Kereta Api, Ciceri, Kota Serang, Selasa (10/9/2019).@Foto:Abdul/Liputanbanten.co.id

Serang, Liputanbanten.co.id – Menteri Perhubungan yang diwakili Sekretaris Jenderal Kementerian Perhubungan Djoko Sasono memberikan penghargaan Dishub Kota Serang. Pemberian anugrah itu dalam rangka peran akif tanggung jawab keselamatan di perlintasan sebidang pada 9 September  2019 lalu.

Kadishub Kota Serang Maman Luthfi mengatakan, penghargaan itu diberikan sebagai bentuk apresiasi pemerintah pusat atas kinerja yang selama ini dijalankan Dishub Kota Serang yang dianggap baik.

“Penghargaan ini juga salah satu contoh bagi kabupaten kota lain karena masih banyak lintasan sebidang di daerah lain yang tidak ada penjaga palang pintu dan rambu peringatannya. Kota Serang sudah memiliki semuanya, sudah lengkap,” kata Maman, Kota Serang, Selasa (10/9/2019).

Dirinya mengklaim bahwa sejauh ini pihaknya telah memasang rambu lalu lintas sebanyak 114 unit di setiap perlintasan sebidang di kota Serang. Mulai dari palang pintu perlintasan dan pos jaga kereta api di 18 titik perlintasan serta menempa 72 petugas di masing-masing pos jaga.

Pemasangan palang pintu dan rambu serta menugaskan petugas untuk berjaga disetiap perlintasan kereta api merupakan  salah satu upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Serang dalam menekan angka kecelakaan di palang pintu.

“Kota Serang  itu wilayahnya dibelah oleh jalur kereta api sehingga banyak mewarisi perlintasan perlintasan sebidang. Maka, Pemkot Serang memiliki tanggung jawab penuh atas keselamatan para pengguna jalan. Dengan memasang rambu peringatan, palang pintu perlintasan dan menempatkan petugas jaga di setiap pos,” ujarnya.

Pihaknya juga mulai membatasi dan menutup perlintasan kereta api kecil yang ilegal disejumlah titik. Hal ini dilakukan, karena banyak kecelakaan yang terjadi di lokasi perlintasan ilegal. “Nanti kedepan, ada program pemerintah pusat untuk mengatasi perlintasan sebidang karena menimbulkan potensi rawan terjadi kecelakaan. Jadi melalui overpass dan underpass untuk menguranginya,” tutupnya.(Lb/Ar/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here