Ini Tanggapan WH Soal Kabar Protes Penataan Banten Lama

Gubernur Banten membagika sarung pada warga dalam rangka memeriahkan HUT Banten di Banten Lama, Kamis (4/10)
Serang, Liputanbanten.co.id– Gubernur Banten Wahidin Halim menanggapi persoalan munculnya protes penataan Banten Lama  oleh segelintir orang dan kelompok belakangan ini.
Pernyataan yang muncul belakangan ini baik dimedia cetak maupun media online berkaitan dengan revitalisasi Banten Lama yaitu masih ada kelompok yang mempertanyakan dan memperdebatkan penataan yang dilakukan oleh pemerintah Provinsi Banten.
WH menilai, pernyataan itu yang dirasa sangat aneh bahkan terbilang tendensius untuk mendistorsi program-program Pemprov Banten.  Dimana ada pribadi dan kelompok yang tidak berkenan dengan adanya penataan Banten Lama, tindakan tersebut amat disesalkan karena reaksi yang muncul ketika program tersebut sedang berjalan bahkan tahapan pertama penataan halaman sudah diselesaikan.
Dalam catatan Gubernur Banten pada rapat yang tidak hanya dilaksanakan di pemprov banten tetapi juga dilaksanakan di Balai Pelestarian Purbakala Serang (BP3S), yang pada prinsipnya Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Banten begitu pula  BP3S sudah dilibatkan dalam pembahasan namun tidak ada sedikitpun penolakan.
“Dari pembahasan selama satu tahun ini Pemprov Banten tidak menerima laporan, pengaduan atau claim kepemilikan tanah atas nama pribadi yang disertai bukti- bukti kepemilikan tanah pribadi,” kata WH. Rabu (10/10).
Secara faktual bahwa disekitar masjid di Banten Lama sudah dilakukan paving block sejak beberapa tahun kebelakang, dan selama itu juga tidak ada gugatan atau pernyataan protes pemasangan paving block yang bukan dilakukan oleh Pemprov Banten.
“Tidak dimunculkan juga kalau ada status kepemilikan seseorang, karena berdasarkan catatan bahwa tanah tersebut adalah tanah negara atau kesultanan, kalau sekarang diclaim ada tanah pribadi yang sudah ada sertifikat, maka pertanyaannya adalah bahwa apakah mungkin di wilayah kesultanan itu ada tanah – tanah atas nama pribadi,” ujarnya.
“Tanah-tanah disekitar kawasan Banten Lama juga ditempati oleh para pedagang yang sejak lama menempatinya, tapi tidak ada yang mempertanyakan atau menggugatnya,” ungkapnya.
Selanjutnya, sungai atau kanal disekitar Banten Lama juga sangat kotor, bau, banyak sampah dan berlumpur, selama ini sudah bertahun-tahun tidak ada yang mengusik, kondisi tersebut berdasarkan kesaksian dari masyarakat bahkan peziarah dari berabagai daerah, mereka siap menjadi saksi mengenai kondisi kawasan di Banten Lama, sebagian besar mengeluhkan atas tidak tertatanya Banten Lama pada tahun-tahun sebelumnya dan menganggap bahwa tidak menghargai para pendahulunya
Maka, dengan mempertimbangkan hal tersebut juga dari berbagai aspek dengan ini gubernur banten ingin mengembalikan kejayaan Banten dan merawat serta menata kawasan Banten Lama menjadi lebih bermartabat.
“Hadirnya Pemprov Banten terkait hal tersebut maka dilakukanlah penataan, sehingga mereka yang menolak atas nama pribadi ataupun kelompok yang masih gagal faham, dan masih menganggap bahwa penataan itu bentuk kesewenang-wenangan merampas hak, atau menganggap telah menghilangkan situs-situs di Banten Lama juga harus berdasarkan fakta-fakta di lapangan, pada kenyataanya dan sesuai fakta bahwa situs-situs di Banten Lama tidak ada yang dirubah ataupun dibongkar,” tandasnya.
“Penataan Kawasan Banten Lama ini juga sebagai bentuk penghargaan kita terhadap jutaan tamu yang setiap tahun datang berziarah dan berdo’a di Makam Sultan yang sangat kita hormati. Oleh karena itu, marilah kita berfikir jernih dan berusaha menyelamatkan budaya, menjaga kelestarian, mempertahankan nilai-nilai religius untuk kepentingan Banten hari ini dan Banten kedepan,” tegasnya (Lb/Ar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here