Gunung Merapi Meletus, Warga di Himbau Tetap Tenang dan Jangan Panik

Magelang, Liputanbanten.co.id – Telah terjadi letusan Gunung Merapi di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah pada Jumat (11/05) pagi sekitar pukul 7.30 WIB.

Menurut pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang, letusan kali ini adalah letusan freatik. BPBD juga meminta masyarakat tetap tenang dan menjauhi radius 3 km dari lokasi letusan.

“Dari Magelang, Jawa Tengah dilaporkan terjadi guguran material vulkanik Gunung Merapi sekitar pukul 07.30 WIB. Warga di sini sempat panik, tetapi sekarang sudah reda, tapi masih waspada,” katanya dalam keterangan tertulis, Magelang, Jumat (11/05).

Pihak Badan Penanggulangan bencana Daerah (BPBD) Magelang mengimbau masyarakat tetap tenang. Pihak BPBD Magelang mengungkapkan letusan Gunung Merapi yang terjadi Jumat pagi adalah letusan freatik.

“Letusan freatik ini berbeda dengan letusan magmatik. Letusan freatik terjadi akibat adanya uap air bertekanan tinggi. Uap air tersebut terbentuk seiring dengan pemanasan air bawah tanah atau air hujan yang meresap ke dalam tanah di dalam kawah kemudian kontak langsung dengan magma. Letusan freatik disertai dengan asap, abu dan material yang ada di dalam kawah.” kata pihak BPBD Magelang.

“Letusan freatik sulit diprediksi. Bisa terjadi tiba-tiba dan seringkali tidak ada tanda-tanda adanya peningkatan kegempaan. Beberapa kali gunungapi di Indonesia meletus freatik saat status gunungapi tersebut Waspada (level 2) seperti letusan Gunung Dempo, Gunung Dieng, Gunung Marapi, Gunung Gamalama, Gunung Merapi dan lainnya.” lanjutnya.

Sementara itu, Pipit petugas Basarnas mengabarkan bahwa sementara sudah tidak ada letusan susulan, dan awan panas mengarah ke barat. Jadi bagi yang melakukan perjalanan ke Magelang diharap waspada dan hati-hati.

“Mohon warga tenang dan tidak panik,” tandasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here