Dinilai Rugikan Taxi Online, Puluhan Driver Online Aksi Tolak PM 118

Perwakilan masa aksi saat melakukan audiensi dengan Ketua DPRD Provinsi Banten, Rabu (12/2/2020).@Foto:Abdul/Liputanbanten.co.id

Serang, Liputanbanten.co.id – Puluhan masaya yang mengatas namakan Laskar Pendekar Banten Sejati (LAPBAS) dan Komite Aksi Nasional Driver Online se-Provinsi Banten menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor DPRD Provinsi Banten.

Dalam aksinya, puluhan masa tersebut menuntut penolakan terkait Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor 118 tahun 2018, yang mengatur angkutan sewa khusus atau taksi online.

Diketahui, Aturan ini ditandatangani Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi pada 18 Desember 2018 dan diundangkan sehari setelahnya. Aturan ini dikeluarkan untuk menggantikan PM 108 tahun 2017 yang sebelumnya digugat ke Mahkamah Agung.

Dalam PM 118 tahun 2017 ini diantaranya menghapus aturan mengenai kewajiban memasang stiker di kaca taksi online, kewajiban uji KIR, kewajiban mempunyai tempat penyimpanan kendaraan dan aturan mengenai penyelenggara taksi online harus memiliki paling sedikit 5 kendaraan.

Koordinator aksi Muhammad Salim menilai, PM nomor 118 tahun 2018 merupakan bentuk penindasan terhadap rakyat. Karena, tidak mendukung ekonomi rakyat khususnya driver online yang diberatkan oleh berbagai aturan.

Selain itu, aturan tersebut juga dinilai cacat hukum karena tidak memenuhi unsur filosofis, yuridis dan sosiologis.”Ini bentuk penindasan kepada rakyat khususnya driver online,” kata Salim.

Tak lama aksi berselang, Ketua DPRD Provinsi Banten Andra Soni menemui puluhan masa aksi dan menerima audiensi perwakilan dari masa aksi, pada  kesepakatan itu Andra mengatakan bahwa aspirasi yang disampaikan oleh puluhan masa aksi akan ditampung dan diperjuangkan oleh pihaknya.

“Aspirasi Rakyat Banten harus saya tampung. Selanjutnya upaya kami selanjutnya akan menyampaikan apa yang rekan-rekan sampaikan ke tingkat yang lebih atas yaitu DPR RI melalui mekanisme yang berlaku,” tutupnya.(Lb/Ar/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here