Korupsi di Banten Masih Tinggi

Koordinator Banten Bersih Gufroni.

Serang.liputanbanten.co.id – Lembaga Pemantau Korupsi Banten Bersih menilai praktek korupsi di Provinsi Banten periode 2014- 2018 masih tinggi baik dari sisi jumlah kasus, jumlah tersangka, nilai kerugian negara maupun nilai suap.

Koordinator Banten Bersih Gufroni mengatakan dari data yang ada di Banten bersih ternyata korupsi di Banten sejak awal 2014 sangat tinggi dan itu bertahan dan tetap terjadi hingga tahun 2018.

“Praktek korupsi di Banten juga mulai merambat ke bawah melalui praktek-praktek korupsi dana desa,” ujarnya di salah satu hotel di Kota Serang, Kamis (12/7).

Menurutnya, korupsi dana desa banyak terjadi disebabkan kucuran dana yang lumayan besar rata-rata Rp. 1 Miliar perdesa dibarengi dengan tidak adanya aparatur desa yang mengerti akan pengelolaan dana desa tersebut.

“Aparatur desa tidak amanah, tidak memiliki Managemen yang baik, aparatur desa tidak menguasai pengelolaan dana desa termasuk kades tidak menguasai dalam mengelola dana desa. Dalam beberapa kasus terjadi mark up yah,” terangnya.

Pihaknya mengatakan kalau mau membereskan persoalan korupsi dana desa tersebut, manajemen desa harus diperbaiki, aparatur desa harus bertanggung jawab dan profesional dalam mengelola keuangan.

“Selain itu, kejaksaannya juga harus serius yah dengan melakukan pendampingan desa,” ujarnya.

Dikatakan Gufroni, data yang ada di Banten bersih juga sudah dikirim dan disampaikan ke penegak hukum bahkan, pihaknya sudah berbicara di forum akuntabilitas publik bersama Kejati Banten, Inspektorat, Polda Banten dan Polres Cilegon.

“Kita ingin mendorong penegak hukum serius dalam menuntaskan kasus korupsi. Kedepan kita juga akan melakukan diseminasi terkait keputusan-keputusan pengadilan,” katanya.

“Kita juga ingin melihat keseriusan dari aparat penegak hukum sejauh mana keterlibatan tersangka, kemudian dari sisi vonis apakah dilimpahkan ke pengadilan atau tidak,” tutupnya. (Lb/Ar).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here