Lahan Kritis di Kota Serang Mengkhawatirkan, Penyebabnya Galian C

Ilustrasi

Serang, Liputanbanten.co.id – Luas lahan kritis di Kota Serang kian tahun makin mengkhawatirkan. Tercatat pada tahun 2017 mencapai angka 2.187,25 hektare. Hal itu berdasarkan peta sebaran lahan kritis dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Banten. Itu terdapat di Kelurahan Cilowong, Pancur, Sayar, Sepang, Takatakan dan Umbul Tengah.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Serang Ipiyanto membenarkan bahwa lahan di Kota Serang sudah mengalami kritis. Hal disebabkan oleh keberadaan galian C di Kecamatan Taktakan.

“Ada beberapa lahan yang melakukan aktifitas pengupasan tapi tidak dilakukan penanaman ulang, entah dengan berbagai kepentingan istilahnya galian C harusnya dilakukan penanaman kembali,” kata Ipiyanto saat dihubungi melalui sambungan telepon seluler, Senin (13/1/2020).

Ia mengatakan, pihaknya sudah beberapa kali melakukan peneguran dan bahkan Pemkot sudah melakukan beberapa kali upaya penutupan terhadap adanya galian C itu. Namun, kewenangannya ada di Distamben Provinsi Banten.

Selain itu, pihaknya juga sudah melakukan imbauan kepada warga agar segera melakukan penanaman ulang. Namun, warga juga kebingungan karena pemiliknya bukan warga Taktakan.

“Kita paling-paling hanya mengimbau, kadang kita bingung juga pemilik tanah sama pengurus tanah tidak tahu kita menunggu pemiliknya ada di Jakarta,” tutupnya.(Lb/Ar/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here