Kotak Hitam Ditemukan, Cuaca Ekstrem Upaya Pencarian Dihentikan Sementara

Petugas membawa kantong berisi jenazah dan serpihan dari pesawat Sriwijaya Air SJ182 yang dievakuasi ke Dermaga JICT 2, Jakarta Utara, Minggu (10/1/2021).@ Ricardo/Liputanbanten.co.id

Jakarta, Liputanbanten.co.id – Kotak hitam pesawat Sriwijaya Air SJ182 ditemukan tim penyelam pada Selasa (12/1/2021). Tim Disaster Victim Identification (DVI) juga sudah menrima 137 kantong jenazah dan 112 sampel DNA dari pihak keluarga korban kecelakaan pesawat Sriwijaya Air, Rabu (13/1/2021).

Dari sekian banyak yang ditemukan, Tim DVI juga sudah berhasil mengidentifikasi empat korban. Keempat diidentifikasi melalui pencocokan sidik jari.

Kepala Laboratorium DNA Pusdokkes Polri Kombes Ratna Relawati menjelaskan bahwa proses identifikasi korban dengan DNA membutuhkan proses yang memakan waktu lebih panjang daripada pemeriksaan sidik jari.

“Proses identifkasi menggunakan DNA itu melalui suatu proses, jadi tidak seperti misalnya orang diambil untuk golongan darah atau untuk apakah dia punya kolesterol apa, tidak begitu masuk mesin itu langsung muncul (identitas), ini tidak,” kata Ratna di RS Polri Kramat Jati.

Sementara ini, upaya pencarian dihentikan sementara, lantaran terjadi cuaca ekstrem.  Deputi Bidang Bina Tenaga dan Potensi Pencarian dan Pertolongan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Abdul Haris Achadi menyebutkan terjadi cuaca ekstrem saat tim menggelar operasi SAR Sriwijaya Air SJ 182 di perairan Kepulauan Seribu.

Bahkan, kata dia, tim menghadapi gelombang setinggi 2,5 meter saat operasi pencarian di perairan Kepulauan Seribu.  Dari situ, ujar dia, Basarnas mengembalikan KM Sarna ke pesisir dan menghentikan operasi SAR dari perairan Kepulauan Seribu.

“Kami terpaksa harus balik kanan, karena cuacanya dapat informasi di lokasi. Cuaca ekstrem sampai 2,5 meter, tinggi gelombang dan kami keluar 1,5 meter tinggi gelombang,” ujar Haris.(Ifn/Jpnn/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here