10 Bulan Kepemimpinan WH-Andika, Puluhan Mahasiswa UIN Tuntut Realisasikan Janji Kampanye

Serang, Liputanbanten.co.id – Sekelompok mahasiswa yang tergabung dalam Forum Silaturahmi Organisasi Eksternal (FSOE) menggelar aksi dalam rangka 10 Bulan kepemimpinan Gubernur Banten Wahidin Halim dan Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy, bertempat di KP3B, Kota Serang, Senin (12/2/18) kemarin.

Forum Silaturahmi Organisasi Eksternal tersebut terdiri dari beberapa organisasi di Universitas Islam Negeri SMH Banten, seperti Front Aksi Mahasiswa, KMS 30, IPNU, Kumang, Kumandang, Kumala, AMC, Gempur, GMNI, IMC serta SAPMA.

Dalam wawancaranya, Helmi Faqih Koordinator Umum KMS 30 mengatakan tahun lalu tepatnya (12/5/17), bahwa Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih dilantik atas kemenangannya dalam Pemilu Gubernur Banten, banyak janji-janji kampanye yang sampai sekarang hanya wacana kelabu.

“Dalam proses politik yang rumit dan culas, banyak wacana dan janji, berbagai bentuk program dan lain sebagainya yang di iming-imingkan pada Rakyat Banten, seperi soal pendidikan gratis dari SMP-SMA/SMK, jaminan kesehatan untuk warga Banten, pengobatan gratis, menuntaskan pengangguran dan banyak lagi, hal itu ternyata wacana-wacana kelabu yang hingga 300 hari ini tidak memberi dampak yang signifikan bagi Rakyat Banten,”kata Faqih.

Pihaknya pun menyesalkan janji palsu Gubernur Banten dan Wakil Gubernur tersebut, “Apalah daya janji telah menjadi luka, wacana telah menjadi omong kosong belaka, pengangguran masih tetap merajalela dan bahkan mendapat prestasi buruk se-Indonesia, untuk soal pengangguran ini, biaya pendidikan tetap mahal serta berbagai problem lain yang membuat masyarakat harus kembali kecewa karena dustanya Penguasa,”ujarnya.

Masih kata Faqih, Sebagai rakyat dan juga Mahasiswa tidak salah kiranya jika dirinya kecewa dan iba pada masyarakat Banten yang hingga kini penderitaannya masih harus ditanggung sendiri.

“Dibandingkan dengan Provinsi lain, dalam tenggang waktu yang lumayan lama ini, belum terlihat satu kinerja yang khas dari Gubernur untuk membuat Banten menjadi provinsi yang maju dan tidak terpuruk seperti sebelum-sebelumnya,” tuturnya.

Padahal, menurut Faqih dari berbagai program dan wacana yang digadangkan saat Kampanye, masyarakat banyak menaruh harapan besar pada Rezim Wahidin – Andika menjadi juru selamat Banten yang mampu memberi solusi dan inovasi bagi masyarakatnya.

“Program-program unggulan mangkrak entah kenapa, birokrasi semraut, bekerja tidak sesuai dengan Tupoksinya dan dalam penanganan kasus yang melibatkan elite seperti Korupsi selalu lamban dan bertele-tele,” jelasnya.

Kemudian,  para Mahasiswa tersebut Menuntut dan Mengecam agar Gubernur Banten menepati janjinya seperti yang disampaikan saat kampanye di pemilu Gubernur Banten 2017.

“Kami menuntut agar Gubernur merealisasikan kesehatan gratis dengan KTP, tuntaskan persoalan gizi buruk, optimalkan pelayanan dan fasilitas kesehatan, wujudkan pendidikan gratis tingkat SMA-SMK, maksimalkan fasilitas pendidikan, jamin kesehatan Guru honorer, percepat pembangunan Jalan 100 km, tolak mega proyek di Provinsi Banten, dan tindak tegas Aparatur Sipil Negara (ASN) yg terbukti melanggar PP No. 42 Tahun 2014, serta tindak tegas OPD yang terkena ATT oleh Inspektorat,” tutupnya. [Lb/Ram]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here