Pemuda Pancasila Kota Cilegon Gelar Kompetisi Seni Graffiti dan Mural

Cilegon, Liputanbanten.co.id – Pemuda Pancasila Kota Cilegon mewadahi para penghobi seni graffiti dan mural dalam agenda Graffiti & Mural Competition, bertempat di halaman Gedung Creative Center Batik Krakatoa Cilegon, Minggu (13/5).

Kegiatan itu bertema ‘Cilegon geh Derebe Batik’ atau Cilegon juga memiliki batik ini, dalam acara tersebut diikuti 16 peserta dari Serang, Bojonegara, Anyer, Kragilan dan Tangerang.

Sekedar diketahui, Graffiti adalah coretan di dinding dengan mempertimbangkan komposisi warna, garis, bentuk dan volume untuk menuliskan kata, simbol atau kalimat tertentu. Alat yang digunakan untuk Graffiti biasanya cat semprot (pilox) atau spidol. Sedangkan Mural adalah lukisan yang dilukis pada bidang permanen seperti tembok, dinding dan sejenisnya.

“Kreativitas anak muda di Cilegon cukup bagus, terbukti banyaknya kampung kreatif seperti kampung lukis, kampung warna-warni dan lainnya. Di sini karena basic-nya batik kita ingin punya ciri khas pula dengan batik yang kami punya yaitu Batik Krakatoa,” ungkap Ketua MPC Kota Cilegon Heldy Agustian.

Kata dia, Batik Krakatoa cukup dikenal di kalangan pejabat baik kota maupun provinsi, yang biasanya untuk oleh-oleh untuk cindera mata tamu luar daerah.

“Anak muda harus berkarya, sudah bukan saatnya lagi mejeng dan bergaya, namun kita pemuda harus punya karya,” tegasnya.

Heldy berharap ke depan ada oleh – oleh kuliner khas Cilegon yang terpusat di Creative Center Batik Krakatoa, sehingga wisatawan luar daerah tidak kesulitan ketika mencari makanan khas Cilegon, termasuk gagasan pembangunan gedung Museum Geger Cilegon.

Sementara itu, Ketua Panitia Graffiti & Mural Competition Aip Syafilloh menambahkan, tema ‘Cilegon geh Derebe Batik’ ingin menyampaikan pesan atau informasi kepada masyarakat bahwa bukan daerah Jawa saja yang mempunyai batik khas tetapi di Cilegon Banten juga ada.

“Batik Krakatoa didirikan oleh Heldy Agustian dikerjakan oleh orang Cilegon, dan yang tertuang dalam Batik Krakatoa merupakan filosofi budaya dan seni Cilegon seperti rampak bedug, bendrong lesung, dan lainnya,” jelasnya.

Dari kompetisi ini pemenang akan mendapatkan uang pembinaan dan tropi, dan 3 peserta terbaik akan menerima bingkisan Batik Krakatoa. (Lb/Asep)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here