Butuh Bantuan OPD Lain, Dinkes Kota Serang Hanya Mampu 30 Persen Tekan Angka Gizi Buruk

Ilustrasi

Serang, Liputanbanten.co.id – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Serang membutuhkan bantuan OPD lain diwilayah Pemkot Serang untuk menekan angka stunting dan gizi buruk.

“Intervensi dari dinas kesehatan itu hanya 30 persen. 70 persennya itu ada di OPD lain. Misalnya ada di OPD Perkim, DP3AKB, LH, Dindik, Dinsos, Dinas Pertanian, ikut berperan,” ujar Kabid Kesmas Dinkes Kota Serang Lenny Suryani, Kamis (14/1/2021).

Lenny menyampaikan beberapa alasan pentingnya OPD lain dalam menekan angka stunting dan gizi buruk. Diantaranya, penyebab gizi buruk juga dilatarbelakangi kurangnya air bersih, kebersihan lingkungan yang mana itu menurutnya pengadaan sarana tersebut diluar kemampuan Dinas Kesehatan Kota Serang.

“Kalo misalnya semua melakukan upaya-upaya mereka sesuai dengan bidangnya masing masing, mungkin kita bisa menekan stunting dan gizi buruk di Kota Serang ini,” katanya.

Sementara ini lanjut Lenny, Dinas Kesehatan Kota Serang sudah menganggarkan untuk pengadaan bantuan makanan tambahan untuk bayi dan ibu hami.“Pada tahun ini kami dari anggaran sudah mengupayakan pengadaan untuk pemberian makanan tambahan di gizi buruk, bagi ibu hami yang kurus,” ujarnya.

Selain itu, juga ada pelatihan bagi kader posyandu serta ibu hamil.“Ada pelatihan pelatihan bagi kader posyandu, dilatih cara memberikan makanan tambahan bagi bayi yang gizi buruk,” tambahnya.

Sekedar untuk diketahui, jumlah gizi buruk di Kota Serang naik menjadi 144 dibanding awal tahun 2020 yang hanya 102. Namun, pada Desember 2020, berdasarkan hasil penimbangan, Kabid Kesmas Dinkes Kota Serang Lenny Suryani kembali menegaskan bahwa angka jumlah gizi buruk kembai turun menjadi 106.(Ifn/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here