Ma’ruf Amin soal Desakan Mundur dari Ketum MUI: Semua Ada Mekanismenya

KH Ma'ruf Amin. (Foto: Liputanbanten)

Jakarta, Liputanbanten.co.id – Rais Aam Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU) KH Ma’ruf Amin kini masih menjabat sebagai Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI). Keterlibatannya dalam politik praktis membuat posisinya sebagai Ketum MUI banyak dipertanyakan.

Menyikapi hal ini, Ma’ruf Amin menanggapi santai. Ia mengatakan masalah itu akan diselesaikan sesuai dengan mekanisme yang ada.

“Oh nanti ada mekanismenya. Semuanya ada mekanismenya,” ujar Ma’ruf di Kantor PBNU, Senen, Salemba, Jakarta Pusat, Selasa (14/8)

Sebelumnya, sejumlah orang yang mengatasnamakan Koalisi Santri Pemuda (KSP) Indonesia melakukan unjuk rasa di depan Kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI), Jalan Proklamasi No. 5, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (13/8).

Mereka menuntut Ma’ruf Amin untuk turun dari jabatan sebagai Ketum MUI karena telah maju sebagai cawapres dalam Pilpres 2019.

“Secara tidak langsung ini jelas bahwa Ma’ruf Amin sudah tidak layak lagi memimpin MUI, Ma’ruf Amin adalah politisi, dan MUI harus bebas dari politisi,” ujar Ketua KSP Indonesia, Ananda Imam, di depan Kantor MUI.

Ma’ruf Amin pamit ke PB NU untuk menunaikan ibadah haji. Setelah pulang dari Makkah, posisi Ma’ruf Amin sebagai Rais Aam juga akan dibahas di internal PB NU. (Lb/Kumparan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here