DGS UPH Festival 25: Menjaga Kesatuan Bangsa dan Berkontribusi Dalam Menghadapi Revolusi Industri 4.0

Tangerang, Liputanbanten.co.id – Universitas Pelita Harapan (UPH) mengadakan UPH Festival 25 sebagai bentuk perayaan penyambutan mahasiswa baru 2018. Di hari pertama, 15 Agustus 2018, UPH menghadirkan dua menteri, yaitu Drs. Enggartiasto Lukita, Menteri Perdagangan, dan Ir. Airlangga Hartarto, M.B.A., M.M.T., Menteri Perindustrian dalam acara Distinguished Guest Speaker (DGS) di Lapangan Basket UPH Lippo Village.

Dalam sambutannya Rektor UPH Dr. (Hon) Jonathan L. Parapak, M.Eng.Sc. menyampaikan mahasiswa baru UPH yang diterima tahun akademik 2018/2019 ini totalnya mencapai 4.600 orang. Ini sudah termasuk mahasiswa baru di UPH Lippo Village, UPH Medan Kampus, dan UPH Surabaya Kampus. “UPH memberi beasiswa 100% kepada guru (Fakultas Ilmu Pendidikan, red) dan Ilmu Keperawatan, serta menerima mahasiswa baru dari seluruh Nusantara. Ini terwujud dalam pesan: UPH Satu,” ungkap rektor.

Menanggapi hal tersebut, Drs. Enggartiasto Lukita dalam ceramahnya menghimbau  mahasiswa baru UPH untuk belajar sungguh-sunggu dan memberikan kontribusi pada bangsa.

“Saudara berada di salah satu universitas swasta terbaik. Jadi, kalian harus punya cita-cita untuk memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara,” kata Enggartiasto seraya mengingatkan generasi muda untuk lebih peka terhadap situasi bangsa saat ini.

“Rangsanglah anak-anak untuk rajin bertanya, agar ada kepedulian tentang situasi yang sedang terjadi. Jangan pernah sia-siakan waktu dan mengabaikan hal lain di luar diri sendiri. Networking itu perlu. Menjadi apapun kalian nanti, harus memikirkan kontribusi apa yang bisa diberikan,” tambahnya.

Dalam paparannya, Drs. Enggartiasto Lukita juga menyatakan bahwa Indonesia saat ini sudah membuka kerja sama perdagangan dengan banyak negara. Jadi sebenarnya harapan serta peluang untuk berkontribusi itu sangat besar. Namun ia mengingatkan untuk menjaga kesatuan bangsa, dimulai dari lingkungan tempat para mahasiswa berkuliah.

Sementara itu, Ir. Airlangga Hartarto, M.B.A., M.M.T. memaparkan tentang salah satu bentuk kontribusi yang bisa dilakukan, yaitu melalui Revolusi Industri 4.0. yang disebut dengan Internet of Things, maksudnya adalah munculnya sistem komputerisasi. Indonesia sendiri relatif tertinggal, karena penggunaan PC (Personal Computer) tidak seluas smartphone.

Namun demikian, tambahnya, Indonesia saat ini termasuk anggota G20 dan berada di posisi 16 besar daftar negara dengan ekonomi terbesar di dunia. Diharapkan pada tahun 2030 nanti Indonesia bisa masuk 10 besar.

“Di saat itu, adik-adik mahasiswa baru di sini yang harus memimpin Indonesia. Diharapkan lapangan kerja bisa meningkat sehingga Indonesia punya kesempatan meningkatkan ekonomi,” ungkap Airlangga.

Ia juga menyinggung kehadiran Apple Academy di Indonesia yang merupakan Apple Academy pertama di Asia. Dan ini menjadi peluang untuk Empowering Human Talent generasi muda Indonesia.  Indonesia juga menyiapkan lima sektor utama industri, yaitu makanan-minuman, clothing (tekstil dan busana), otomotif, kimia, dan elektronik untuk menghadapi Revolusi Industri 4.0.

Di akhir pemaparannya, Ir. Airlangga Hartarto, M.B.A., M.M.T. tidak lupa menekankan pentingnya karakter bangsa yang harus dimiliki oleh setiap warga negara, yaitu NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia), Pancasila, UUD 1945, dan Bhineka Tunggal Ika. (Lb/Rilis)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here