Kelayakan SPBU di Kota Serang Diuji

Ilustrasi

Serang, Liputanbanten.co.id – Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Kota Serang Yoyo Wicaksono menyatakan, Stasiun Pengisian Bahan bakar Umum (SPBU) se Kota Serang telah dilakukan uji kelayakan. Hal itu dilakukan menghindari prilaku culas dari pemilik SPBU.

“Sudah dilakukan pengeceken oleh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Metrologi legal dan semuanya sesuai prosedur yang berlaku cuma satu SPBU doang letaknya di dekat Polda Banten dan kemarin baru diperiksa sudah diperbaiki tengki ukurnya,” kata Kepala Dinas Disperindagkop Kota Serang, Yoyo Wicaksono saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon selular, Rabu (18/9/2019).

Pencekekan itu dilakukan  17 SPBU se Kota Serang, hasilnya dari itu, Dikatakan Yoyo, tidak ditemukan adanya kecurangan. Hanya memang ada satu SPBU yang diduga melebihi Batas Kesalahan yang Diizinkan (BKD), pengecekan tersebut dilakukan setiap 6 bulan sekali kesetiap SPBU, namun, dalam keadaan tertentu pihaknya melakukan pengecekan apabila mendapatkan perintah langsung dari pemerintah pusat.

“Kita melakukan pengecekan sesuai jangaka waktunya, kalau pemeriksaan  insidentil berdasarkan petunjuk dari pemerintah pusat misalnya menjelang mudik dilakukan SPBU agar dilakukan pengecekan,” ujarnya.

Sementara, Kepala Sub Bagian (Kasubag) UPT Metrologi Legal Kota Serang Eko Wahyu memastikan bahwa semua SPBU yang ada di Kota Serang sudah sesuai SOP yang berlaku sehingga masyarakat tidak perlu cemas akan adanya oknum pemilik SPBU yang melakukan pengurangan takaran BBM.

Pengecekan SOP tersebut dilakukan dengan memeriksa BBM yang dikeluarkan harus sesuai dengan penunjukan dengan bejana pengukuran 20 liter BBM yang pihaknya sediakam.

“Jadi kalau orang biasanya masyarakat melakukan pengukuran itu dilakukan di tangki motor maka itu akan keliru, karena itu bukan alat pengukuran cairan BBM yang dikeluarkan pompa ukur BBM,” ujarnya.

Dalam pengecekannya, tersebut  BKD oleh metrologi 100 milimeter per 20 liter BBM .tapi pertamina mempunyai BKD lebih  tinggi dari pada pihakmya. “Pertaminan itu kalau pasti pas penunjukannya harus 50 milimiter per 20 liter kalau pertamina pasti perima lebih  tinggi lagi yaitu 30 mililiter per 20 liter,” tutupnya.(Lb/Ar/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here