Dindikbud Kota Serang Hendtikan KBM Tatap Muka Bagi SD dan SMP

Kepala Dindikbud Kota Serang, Wasis Dewanto saat ditemui di SMKN 2 Kota Serang, Jum'at (9/8/2019).@Foto:Abdul/Liputanbanten.co.id

Serang, Liputanbanten.co.id – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Serang, Banten, memutuskan untuk menghentikan kegiatan belajar mengajar secara tatap muka di sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP). Kegiatan di sekolah dihentikan setelah berjalan selama 2 hari.

Keputusan tersebut diambil setelah adanya peningkatan kasus Covid-19 di ibukota Provinsi Banten itu selama dua pekan terakhir.

Berdasarkan peta zonasi dan risiko yang dirilis pemerintah, risiko penyebaran di Kota Serang meningkat dari zona kuning dengan risiko rendah, menjadi zona oranye dengan risiko sedang.

“Karena update zona Kota Serang per 19 Agustus 2020 sudah zona oranye. Maka kami, menunda sementara pembelajaran tatap muka sampai zona kembali menjadi hijau atau kuning,” kata Kepala Disdik Kota Serang Wasis Dewanto saat dihubungi wartawan, Kamis (20/8/2020).

Wasis menjelaskan, pembelajaran di sekolah dihentikan dan kembali menggunakan sistem belajar dari rumah secara daring maupun luring.

Sarana dan mekanisme pembelajaran jarak jauh akan dipersiapkan oleh pihak sekolah secara terpadu dan mudah diakses oleh para murid maupun orangtua siswa.

“Surat edaran pembelajaran jarak jauh sudah disebar ke sekolah-sekolah, agar disosialisasikan kepada orangtua murid,” ujar Wasis.

Sebelumnya, sejumlah SD dan SMP di Kota Serang sudah melaksanakan kegiatan belajar mengajar secara tatap muka pada 18 -19 Agustus 2020.

Pemkot Serang sebelumnya sudah melakukan simulasi dan uji coba.

Kegiatan simulasi itu dilakukan untuk melihat kesiapan sekolah melaksanakan protokol kesehatan. (Lb/Kom/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here