UPH ‘Experiences’ Tampilkan 50 Karya Terbaik Mahasiswa School of Design

School of Design (SoD) Universitas Pelita Harapan (UPH) @Liputanbanten

Tangerang, Liputanbanten.co.id – School of Design (SoD) Universitas Pelita Harapan (UPH) menghadirkan acara tahunannya, yaitu UPH Design Week 2018, pada 23-27 Juli 2018. Acara besar ini menjadi media yang menampilkan beragam karya mahasiswa SoD dari 4 Program Studi yaitu Arsitektur, Desain Interior, Desain Produk, dan Desain Komunikasi Visual (DKV). Sebagai ajang pembuka, Pameran UPH ‘Experiences’ hadir dengan menampilkan kurang lebih 50 karya mahasiswa SoD di 2 mall yaitu Lippo Mall Kemang dan Lippo Mall Puri, 20-22 Juli 2018.

Uniknya, pembukaan acara ini tidak dilakukan secara formal namun dengan memanfaatkan gaung media sosial. Dimana Dr. Martin Luqman Katoppo, S.T., M.T., Pj.Dekan SoD bersama Ferry Ferry Gunawan, S.T., M.A., Ketua Prodi Arsitektur sekaligus juga ketua dari UPH Experiences, mengajak para dosen dan mahasiswa yang hadir untuk ‘Live Instagram’.  Mereka diajak untuk bercerita sambil menunjukkan karya di pameran ini secara live. Harapannya informasi pameran ini dapat tersebar secara cepat dan lebih luas.

Martin sebagai Dekan, menjelaskan bahwa UPH Design Week sendiri hadir untuk menunjukkan kepada masyarakat bahwa SoD UPH merupakan sekolah desain dengan berlandaskan iman Kristiani tapi dengan pendekatan design thinking.

“Dengan pendekatan design thinking ini, SoD mendorong mahasiswa maupun dosen untuk selalu berinovasi terhadap permasalahan sosial. Dengan harapan, desain yang kita hasilkan memiliki satu dampak yaitu pemulihan bangsa dan negara. Jadi melalui rangkaian acara ini, SoD UPH ingin menjadi berkat,” ungkap Martin

Ferry Gunawan,S.T.,M.A., sebagai ketua pelaksana, menjelaskan bahwa ‘Experiences’ dipilih sebagai tema dengan tujuan melalui pameran di mall ini, publik dapat mengalami apa yang ditampilkan baik secara ruang, benda atau produk, dan grafis. Ferry juga menyatakan bahwa karya yang terkumpul telah melalui proses kurasi.

“Karya-karya mahasiswa ini lahir dari proses kurasi, dimana kita meminta para dosen tiap prodi untuk memilih karya terbaik. Lalu dari tim panitia, kita seleksi lagi hingga akhirnya terkumpul kurang lebih 50 karya. Menariknya, salah satu upaya menonjolkan sisi ‘experience’, mahasiswa Arsitektur bereksperimen menggunak virtual reality. Dimana karya Arsitektur mahasiswa ini dicoba dibuat secara 3D, agar pengunjung bisa merasakan sensasi ruang melalui teknologi VR.” jelas Ferry.

Tidak hanya melibatkan internal, dalam pameran ini juga hadir Dian Siddya Budiman – Deputy President Director HOMEDECO mengapresiasi karya mahasiswa Desain Produk yang mencoba melakukan eksplorasi material yang disponsori oleh HOMEDECO. Untuk HOMEDECO sendiri, ini merupakan pengalaman pertama mereka bekerja sama dengan universitas.

“HOMEDECO bekerja sama dengan Desain Produk UPH awalnya untuk mengenalkan material baru yang digunakan untuk beragam fungsi. Awalnya kita berikan material untuk dieksplor mahasiswa, untuk cari tahu kira-kira bisa dijadikan apa material tersebut. Ternyata, karya yang mereka hasilkan ini diluar dugaan dan ekspektasi awal kami. Dari awalnya hanya dibilang untuk eksploratif, akhirnya bisa menghasilkan karya yang wow.  Dari kita ingin terus bekerja sama dengan UPH dan menunggu kejutan lainnya,” ungkap Dian.

Melalui pameran ini, Ferry menambahkan bahwa SoD berharap agar publik bisa melihat SoD UPH saat ini sudah berada di tahap mana dan juga agar karya terbaik mahasiswa dapat dinikmati publik. Sehingga mahasiswa dapat semakin terpacu dalam memberikan hasil terbaik, dan tidak sekedar mengejar nilai. Dengan kata lain, acara ini menjadi bentuk apresiasi kepada mahasiswa.

Pameran ini sebagai bentuk apresiasi atas kerya-karya mahasiswa SoD UPH sekaligus memotivasi agar mahasiswa terus menghasilkan karya terbaik. Salah satu karya yang unik di pameranini adalah karya mahasiswa prodi Arsitektur 2015, berjudul ‘ConnecCreating Continibility Through Recreation Facility’, dari Johan Raphael bersama 4 mahasiswa lainnya (Berton Setiawan, David Kristiawan, Jessica Deviani, dan Natasya Gunardi).

“Karya ini memiliki konsep utama yaitu ‘koneksi’, dimana target utama kita adalah membangun hubungan antara pejalan kaki dengan program rekreasi yang ada dalam satu area publik. Jadi antar satu program rekreasi seperti perpustakaan, taman, restaurant, dan lainnya saling terhubung sehingga dapat ditempuh dengan berjalan kaki. Inti dari karya yang kita buat ini yaitu ingin membawa budaya jalan kaki di Indonesia, sehingga masyarakat Indonesia bisa menikmati suasana outdoor sambil berjalan santai. Saya dan tim mampu membuat karya ini pasti tidak terlepas dari pembelajaran dan konsep yang diajarkan para dosen, mendorong kita untuk mampu berpikir beda. Kalau saya tidak kuliah di UPH, ketika disuruh buat proyek outdoor seperti ini, mungkin saja saya hanya membuat karya sekedarnya tanpa mengerti dasar dan filosopi kenapa saya harus membuat karya tersebut dan apa dampaknya,” cerita Johan.

Rangkaian UPH Design Week 2018 terus berlangsung. Setelah dibuka melalui pameran ini, UPH Design Week 2018 juga menghadirkan Design Camp, Seminar Desain nasional, dan Movie Screening yang menghadirkan Lukman Sardi pada tanggal 25 Juli 2018 di Cinemaxx Theater. (Lb/mt)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here