ISIS Serang Filipina, 21 Orang Tewas Termasuk Kepala Polisi

Ilustrasi

Marawi, Liputanbanten.co.id – Setidaknya 21 orang tewas usai diserang oleh anggota ISIS di kota Selatan Filipina, Marawi. Para militan itu juga memenggal kepala polisi setempat, menangkap Imam Katolik Roma dan pengikutnya serta membakar gedung-gedung.

Usai melancarkan serangannya, mereka mengibarkan bendera hitam ISIS.

Dilansir The Guardian, Kamis (25/5/2017), Presiden Filipina Rodrigo Duterte telah mengumumkan bahwa negara pimpinannya darurat serangan.

Ia juga mengkhawatirkan bahwa negara Katolik Roma akan bergabung dengan Suriah dan Irak pasca serangan yang terjadi di Marawi.

Kekerasan yang memuncak pada hari Selasa itu terjadi setelah tentara menggerebek tempat persembunyian Isnilon Hapilon, seorang komandan kelompok militan Abu Sayyaf yang telah berjanji setia kepada ISIS.

Nama Hapilton sendiri berada dalam daftar teroris Washington yang paling dicari dengan hadiah sebesar 5 juta Dollar untuk informasi yang mengarah pada penangkapannya.

“Kami berada dalam keadaan darurat. Kami memiliki masalah serius di Mindanao dan jejak kaki ISIS ada di mana-mana,” kata Duterte usai melakukan perjalanan singkat ke Moskow dan kembali ke Manila.

Sebelumnya, seorang Juru Bicara Militer, Col Edgard Arevalo, mengatakan bahwa 13 anggotanya telah terbunuh, dan lima tentara tewas serta 31 lainnya luka-luka.

Arevalo mengatakan bahwa pasukan tersebut telah membantai anggotanya dari sebuah rumah sakit, balai kota dan Universitas Negeri Mindanao.

“Negara kami membutuhkan senjata modern untuk melawan Negara Islam (ISIS),” tegas Duterte menurut berita negara Rusia, Tass.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here