Jalan Penghubung Cilegon dengan Anyer Amblas Akibat Tergerus Luapan Air

Cilegon, Liputanbanten.co.id – Jalan lingkar selatan (JLS) Kota Cilegon yang menghubungkan dengan kawasan wisata pantai Anyer tepatnya di Lingkungan Jerenong, Kelurahan Lebak Denok, Kecamatan Citangkil amblas akibat tergerus luapan air.

Dir Lantas Polda Banten Kombes Tri Julianto Djatiutomo, mengatakan untuk akses alternatif agar tetap bisa melintas menuju wisata Anyer. Saat ini tengah disiapkan.

“Jadi kalau yang mau ke Cilegon kita bisa lewatkan ke arah Ciwandan. Ataupun yang mau ke Anyer kita lewatkan ke perkampungan. Namun yang jelas jalannya itu sempit, akan tetapi sudah dipersiapkan anggota polri. Namun kalau bisa jalannya lewat kota, aksesnya lebih aman,” kata Tri Julianto saat diminta keterangan, Rabu malam (25/04).

Selain itu, Pihaknya menjelaskan, kondisi jalan saat ini cukup parah, ini diduga karena aliran air yang deras, membuat kontruksi bangunan tidak kuat, sehingga mengakibatkan jalan menjadi amblas. Dia juga mengatakan, akses jalan tersebut akan ditutup selama jalan tersebut selesai diperbaiki.

“Amblasnya ini cukup parah, karena bawahnya bolong, atasnya tinggal beton, tinggal nunggu betonnya amblas aja. Jadi ini harus ditutup total, tidak boleh ada masyarakat, motor, mobil itu lewat sini,” jelasnya.

Kemudian, dalam kondisi cuaca ekstrim masyarakat diharapkan waspada akan segala hal yang akan terjadi akibat dampak yang ditimbulkan, demikian dikatakan Karo Ops Polda Banten Kombes Pol Hermansyah saat meninjau langsung amblasnya jalanĀ  Lingkar Selatan

“Cuaca ekstrim itu kan bisa menimbulkan berbagai macam bencana, seperti banjir, longsot, ataupun jalan yang licin sehingga mengakibatkan kecelakaan,” kata Hermansyah.

Ia juga mengingatkan kepada masyarakat yang khususnya tinggal di daerah aliran sungai (DAS), ataupun di daerah pinggir-pinggir jurang untuk lebih meningkatkan kewaspadaannya.

“Itu harus waspada, jadi kalau ada daerah yang sudah retak-retak, segera untuk meninggalkan lokasi. Jangan samapi menunggu terjadinya bencana,” ujarnya.

Selain itu Kombes Pol Hermansyah juga menghimbau kepada jajaran kepolisian baik ditingkat Polres samapai Polsek harus membantu masyarakat mengalami musibah bencana alam.

“Jadi ketika masyarakat mengalami kesusahan ketika terkena bencana. kita bantu untuk mengefakuasi, kita membantu untuk memindahkan barang-barang milik masyarakat. Jadi kita tetap memberikan pelatanan yang prima,” ucapnya.

Kombes Pol Hermansyah menambahkan, dengan tidak adanya lampu penerangan di sekitar lokasi. Dia akan mencoba mengkoordinasikan dengan pihak Pemerintah Daerah untuk menyiapkan penerangan.

“Kita coba untuk meminta kepada pemda, untuk mencoba meminta menyiapkan lampu penerangan. Tetapi untuk sementara, kita menjaga lokasi. Agar tidak ada pengguna jalan yang melintas. Jangan sampai ada korban di TKP ini,” tukasnya (Lb/Ram)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here