Rumah Berisi Banyak Senjata Diserbu Polisi Christchurch

Ilustrasi

Christchurch, Liputanbanten.co.id – Kepolisian Kota Christchurch menggeledah sebuah rumah yang di dalamnya terdapat banyak senjata. Pemilik rumah tersebut tewas di dalam mobilnya dengan luka tusuk setelah berjam-jam bersitegang dengan polisi. Diberitakan AFP, kepolisian langsung melakukan penyelidikan hubungan antara peristiwa Selasa malam itu (26/3) dengan penembakan dua masjid yang menewaskan 50 orang.

Penggeledahan polisi diawali oleh laporan warga soal aktivitas mencurigakan. Polisi lantas menemukan banyak senjata api di rumah pria berusia 54 tahun yang tidak disebut namanya itu. Pria itu diberhentikan polisi di mobilnya di daerah Richmond Park. Negosiasi agar pria itu menyerahkan diri berlangsung alot selama tiga jam.

Polisi juga tidak berani gegabah, khawatir mobil itu menyimpan bahan peledak. Ketika polisi mendekatinya lagi, pria itu sudah dalam kondisi kritis dengan luka tikaman pisau. Tidak lama kemudian, dia meninggal dunia. Tidak disebutkan bagaimana luka itu terjadi. Tidak juga ditemukan senjata api di mobil itu. Tim penjinak bom juga tidak menemukan peledak.

“Penyelidikan prioritas tinggi akan dilakukan untuk memastikan apakah pria yang tewas ini adalah ancaman bagi masyarakat,” kata laporan polisi. Polisi juga coba mencari kaitan antara pria itu dengan Brenton Tarrant, pelaku penembakan di masjid 15 Maret lalu yang menewaskan 50 orang.

“Saat ini tidak ada bukti yang menunjukkan orang ini terkait serangan 15 Maret, namun ini akan jadi bagian penting dari penyelidikan,” kata kepolisian lagi. Kepolisian Christchurch juga meminta masyarakat tetap waspada dan melapor jika ada orang-orang yang mencurigakan. (Lb/Kmp/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here