Tol Serang-Panimbang, Jalur Destinasi Wisata Tanjung Lesung di Banten

Pembangunan jalan Tol Serang-Panimbang seksi II, Rangkaabitung-Cileles yang sedang di kerjakan/Dok. CNBC

Jakarta, Liputanbanten.co.id – Tol Serang-Panimbang merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) yang ditargetkan tuntas pada 2024 mendatang. Saat ini, seksi I sudah beroperasi, sementara pembangunan seksi 2 sepanjang 24,17 km menghubungkan Rangkasbitung-Cileles dengan progres konstruksi telah mencapai 33,60% per Agustus 2022.

Untuk seksi 3 yang pembangunannya merupakan porsi pemerintah melalui skema VGF (Viability Gap Fund) sepanjang 33 km menghubungkan Cileles-Panimbang telah dimulai dengan groundbreaking pada Senin 08 Agustus 2022. Prses konstruksi tengah berlangsung.

Wakil Direktur Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Eko Listiyanto mengatakan, kehadiran Jalan Tol Serang-Panimbang yang dibangun oleh BUMN Wijaya Karya (WIKA) menjadi sarana penting untuk meningkatkan sektor pariwisata di Banten.”

Kalau dikaitkan dengan upaya untuk mengangkat dan mempromosikan sektor pariwisata, saya rasa Jalan Tol Serang-Panimbang ini menjadi pemicu,” ujar Eko dalam keterangan resmi dikutip dari CNBC Indonesia, Senin (3/10/2022).

Sebab, ruas tol ini akan mempercepat akses menuju destinasi-destinasi wisata yang terdapat di Banten.

“Kehadiran Jalan Tol Serang-Panimbang juga dinilai penting dalam rangka menambah akses menuju daerah-daerah di provinsi Banten sehingga mempermudah mobilitas masyarakat,” kata Eko.

Dengan akses yang lebih mudah karena kehadiran Jalan Tol Serang-Panimbang, maka hal ini dapat mendorong investor untuk tertarik dalam menanamkan investasi terhadap sektor pariwisata Banten.

Salah satu destinasi wisata di Banten adalah Tanjung Lesung. Di mana, era pemerintahan Joko Widodo, Indonesia menjadikan pariwisata sebagai salah satu bagian Nawa Cita. Sempat ada program 5 destinasi super prioritas yaitu Borobudur, Danau Toba, Likupang, Mandalika, dan Labuan Bajo, yang dirancang menjadi 10 ‘Bali Baru’.

Sebagai bentuk keseriusan, terdapat 5 destinasi super prioritas (DSP) ‘Bali Baru’ dan 8 kawasan ekonomi khusus (KEK) pariwisata. Khusus 8 kawasan KEK, kebutuhan investasi dan pembiayaan mencapai Rp 226,79 triliun, yang terdiri di Nongsa, Tanjung Kelayang, Morotai, Singhasari, Tanjung Lesung, Likupang, Lido dan Mandalika.

Setelah pandemi, nama-nama KEK tersebut tetap masuk ke dalam proyek yang harus digarap. Salah satunya, KEK Tanjung Lesung.

KEK Tanjung Lesung merupakan KEK Pariwisata pertama dan telah diresmikan beroperasi pada Februari 2015. KEK Tanjung Lesung memiliki letak yang strategis dan akses yang mudah dijangkau, yaitu 170 km dari Ibukota Jakarta dan dapat ditempuh melalui perjalanan darat selama 2,5 – 3 jam.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyebutkan pembangunan Jalan Tol Serang-Panimbang Seksi 3, yaitu ruas Cileles-Panimbang akan mendukung pertumbuhan pariwisata di Banten.

Luhut menyampaikan optimismenya bahwa daerah tersebut bisa menjadi destinasi wisata mengingat jaraknya yang tidak terlalu jauh dari Jakarta.

Hal senada juga disampaikan oleh Direktur Utama WIKA Agung Budi Waskito, bahwa kehadiran Jalan Tol Serang-Panimbang dapat meningkatkan perekonomian di wilayah Tanjung Lesung dan sekitarnya.

Jalan Tol Serang-Panimbang memiliki panjang 83,67 Km di mana porsi pengerjaannya terbagi menjadi dua. Yaitu, porsi konsorsium dan porsi pemerintah.

Porsi konsorsium menjalankan pengerjaan konstruksi Jalan Tol Serang-Panimbang, Seksi 1 Serang-Rangkasbitung sepanjang 26,5 km, dan Seksi 2 Rangkasbitung-Cileles sepanjang 24,1 km. Sementara porsi pemerintah mencakup pembangunan Jalan Tol Serang-Panimbang Seksi 3 Cileles-Panimbang sepanjang 33 km. (Lb/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here