Bantuan PIP Murid Dipotong Sekolah, Puluhan Wali Murid Di Ciomas Mengeluh

Ilustrasi

Serang, Liputanbanten.co.id – Puluhan wali murid SD di Kecamatan Ciomas, Kabupaten Serang, mengeluh karena bantuan dana Program Indonesia Pintar (PIP) diterima tidak utuh. Bantuan untuk murid diduga dipotong oleh oknum sekolah dari nilai yang semestinya, yakni Rp 450 ribu.

Wali murid bernama Junah mengatakan bantuan PIP di rekeningnya sudah cair sebanyak lima kali. Namun dia mengaku baru mendapatkan sekali pada saat anaknya kelas II pada 2017. Dia menyebut bantuan itu pun diduga dipotong oleh pihak sekolah.

“Cuma satu kali pencairan, itu nerima Rp 350 ribu dapatnya Rp 450 ribu dipotong Rp 100 ribu, katanya buat biaya guru, dapat buku pas sudah lulus anaknya dapat rekeningnya,” ujarnya dikutip dari laman detikcom.

Junah mengaku buku rekening baru diserahkan pihak sekolah setelah para wali murid melakukan protes. Ternyata ada puluhan korban pemotongan lain.

“Kemarin (dapat buku rekening), semuanya juga rame, baru dikasih sama kepala sekolah, jadi ketahuan, saya dapat buku pas sudah lulus anaknya dapat rekeningnya,” ujarnya.

Hal serupa terjadi pada Juleha yang anaknya kelas V. Di rekeningnya ada pencairan PIP sebanyak 5 kali, tapi ia baru mendapatkan bantuan sebanyak tiga kali.

“Yang saya nggak ngerasa dua kali, yang dua kali ke mana, kan saya orang tua,” ujarnya.

Juleha mengatakan selama ini buku tabungan dipegang oleh pihak sekolah. Dia mengaku pemotongan dana dilakukan dengan alasan untuk ongkos ke bank.

“Katanya rekening dipegangnya sama kepala sekolah aja, sama guru,” ungkapnya.

Juleha mengatakan pada 15 Mei 2022, puluhan korban datang musyawarah dengan kepala sekolah. Mereka musyawarah, namun tidak ada tindak lanjut.

“Ke depan katanya nggak bakalan lagi, cuma minta maaf doang,” ujarnya.

Beberapa wali murid menceritakan hal serupa saat wartawan datang ke sekolah. Wali murid bernama Amaliyah mendapat bantuan PIP, tapi sama sekali tidak pernah diberikan oleh pihak sekolah.

“Nggak dapat, ini rekening ada yang bawain ke rumah,” ujarnya.

Ada juga Ipah, yang anaknya tiga kali mendapatkan PIP, tetapi baru dua kali menerima. Sementara korban lainnya, Nurhasanah dan Amah, yang mengalami hal serupa.

Saat wartawan mendatangi sekolah siang tadi, namun saat disambangi tidak ada pihak sekolah yang bisa dimintai konfirmasi.

Disdik Turun Tangan

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Serang Asep Nugraha Jaya mengaku baru mendapatkan informasi dugaan pemotongan dana PIP di Ciomas tersebut. Informasi ini akan dicek dan segera ditindaklanjuti.

“Justru dari informasi ini saya akan tindaklanjuti dengan meng-cross check di lapangan dan tentunya akan menentukan proses tindak lanjutnya seperti apa,” ujar Asep saat dimintai konfirmasi terpisah. (Lb/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here