Kantor Bahasa Banten Hadirkan Musikalisasi Puisi di Kabupaten Pandeglang

Asisten Daerah Kabupaten Pandeglang, Drs. H. Ramadani, M.Si. (kanan) membuka acara Musikalisasi Puisi pada Selasa, 22 Februari 2022.@Liputanbanten.co.id

Pandeglang, Liputanbanten.co.id – Bengkel alih wahana sastra (Musikalisasi Puisi) akan hadir di Kabupaten Pandeglang sebagai wadah penyaluran kreativitas bagi para siswa. Hal itu dilakukan Kantor Bahasa Provinsi Banten.

Musikalisasi puisi tersebut akan dilaksanakan selama 3 hari mulai Selasa hingga Kamis 22-24 Februari 2022 di salah satu Hotel di Pandeglang. Acara dibuka Asisten Daerah Kabupaten Pandeglang, Drs. H. Ramadani, M.Si.

Hadir sebagai peserta sebanyak 50 siswa SMA/SMK/MA se-Kabupaten Pandeglang secara luring (offline) dan 25 siswa secara daring (online). Tiga narasumber pada acara tersebut yaitu Firman Hadiansyah, Adhitya Angga Pratama, dan Wahyudin memberikan materi tentang puisi, musik, dan musikalisasi puisi.

Selain memberikan materi berupa teori, ketiga narasumber mendampingi para peserta selama 3 hari pelatihan untuk melakukan praktik langsung pembuatan musikalisasi puisi yang akan ditampilkan pada hari penutupan.

Para peserta bengkel alih wahana sastra ini diharapkan dapat melanjutkan kegiatan mereka dengan mengikuti lomba Musikalisasi Puisi tingkat Provinsi yang rutin diselenggarakan oleh Kantor Bahasa Provinsi Banten dan menjadi perwakilan provinsi pada ajang nasional di Puncak Acara Bulan Bahasa dan Sastra tahun 2022.

Sejak dicanangkan Gerakan Literasi Nasional (GLN) tahun 2016, Kantor Bahasa Provinsi Banten telah melaksanakan kegiatan implementasi praktik baik literasi berupa sayembara penulisan bahan bacaan, bengkel bahasa dan sastra.

Hal itu dilakukan sebagai upaya mengembangkan budaya literasi. Pengembangan budaya literasi dilakukan melalui pendidikan yang terintegrasi mulai dari keluarga, sekolah, sampai dengan masyarakat sebagai prasyarat kecakapan hidup di abad ke-21.

Penguasaan enam literasi dasar yang disepakati oleh World Economic Forum pada tahun 2015 menjadi sangat penting, tidak hanya bagi peserta didik, tetapi juga bagi orang tua dan seluruh warga masyarakat.

 Enam literasi dasar tersebut mencakup literasi baca tulis, numerasi, sains, digital, finansial, dan literasi budaya serta kewargaan. Salah satu implementasi praktik baik literasi adalah bengkel alih wahana sastra berupa musikalisasi puisi. Kemerduan bunyi puisi jika dipadukan dengan musik akan semakin indah. Paduan keindahan puisi dan kemerduan musik itulah yang dikenal dengan musikalisasi puisi.(Ifn/Ant/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here