Minyak Kelapa Solusi Ditengah Langkanya Minyak Goreng

Mamuju, Liputanbanten.co.id – Minyak kelapa yang dibuat dengan cara tradisional menjadi alternatif untuk memasak disaat langkanya minyak goreng sawit. Seperti yang dilakukan salah seorang warga Mamuju, Fadilah Umrah.

Menurut dia, pembuatan minyak kelapa sebagai bahan memasak sudah dilakukan masyarakat Mandar sejak puluhan tahun secara tradisional.”Jadi kalau minyak seukuran (botol) sirup, dibutuhkan 5 biji kelapa,” kata Fadilah pada Selasa, 22 Februari 2022.

Dia menjelaskan pembuatan minyak kelapa tersebut dimulai dengan memilih kelapa yang sudah tua, lalu dikupas dan dibelah dua. Isi buah kelapa kemudian dicungkil dan dipisahkan dari tempurungnya dengan menggunakan pisau tipis.

Isi buah kelapa tersebut kemudian dicuci bersih dan selanjutnya dipabrik hingga menjadi serbuk ampas kelapa. Selanjutnya, ampas kelapa diperas dengan menggunakan tangan atau alat tradisional yang dirancang sedemikian rupa hingga menjadi santan.

“Sari atau santan kelapa bisa langsung dimasak menggunakan kuali. Bisa juga santan kelapa diendapkan semalam, besoknya tinggal mengambil endapan santan tersebut karena telah terpisah dari air,” jelas Fadilah.

“Perbedaanya kalau dimasak langsung, masih bercampur air, jadi proses memasaknya agak lama bila dibandingkan hanya mengambil santan yang diendapkan semalaman,” tambah dia.

Menurut Fadilah, minyak kelapa Mandar atau juga dikenal lomo Mandar yang langsung dimasak akan menghasilkan bau yang lebih harum.”Belum lagi kalau memasak bau peapi (ikan masak khas Mandar). Aroma dan rasanya akan lebih gurih bila dicampurkan sedikit dengan minyak kelapa asli,” pungkas dia.(Ifn/Kmp/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here