Wamendag Dukung Talas Beneng Pandeglang Jadi Komoditas Ekspor

Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga menerima pengusaha eksportir PT. Dwitama Sejahtera Sentosa Geoffry R.H May dan tokoh muda Banten Andi YH Djuwaeli/Dok. Liputanbanten.co.id

Jakarta, Liputanbanten.co.id – Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag), Jerry Sambuaga disela sela kesibukannya, menerima pengusaha eksportir PT. Dwitama Sejahtera Sentosa Geoffry R.H May dan tokoh muda Banten Andi YH Djuwaeli yang juga wakil ketua Komisi Pemberdayaan Ekonomi Umat Majelis Ulama Indonesia. Dalam pertemuan itu memaparkan mengenai potensi tanaman Talas Beneng yang merupakan tanaman asli pandeglang.

Untuk mendonkrak ekonomi lokal para petani mengembangkan Tala Beneng untuk dapat memberikan nilai tambah bagi perekonomian masyarakat pandeglang.

“Kami perlu dukungan kementerian perdagangan RI untuk dapat memfasilitasi peluang pasar ekspor talas beneng yang merupakan tanaman asli dari daerah pandeglang untuk memberikan nilai tambah bagi masyarakat pandeglang yang umumnya merupakan masyarakat pertanian”, ucap Geoffry R.H May.

Turunan produksi dari tanaman talas beneng, Umbinya bisa dijadikan tepung bahan makanan seperti kue, bolu maupun roti, bahan pokok pengganti beras, mie, minuman kekinian, bahan cosmetic, juga sebagai alternativ pengganti BBM atau bisa dijadikan biogas, serta bisa dijadikan obat diabetes. Daunnya bisa dijadikan bahan baku rokok tanpa nikotin atau rokok herbal, bisa menjadi makanan hewan ternak seperti kambing dan sapi, getahnya pun mengandung asam oksalat sebagai bahan obat untuk penyakit kanker. Batangnya bisa dijadikan bahan baku kerajinan tangan seperti tas, tikar, sandal dan lain-lain.

Pasarnya pun sangat jelas bahkan banyak negara luar seperti Australia, Belanda, Jepang, China, Taiwan, Korea Selatan, Malaysia, New Zealand, Turki dan India telah siap membeli komoditas varietas ini dengan jumlah tonase yang cukup signifikan.

Dikatakan Andi YH Djuwaeli, “Tanaman Talas Beneng (Xanthosoma undipes K.Kock) tidak sepopuler talas Bogor (colocasia esculenta). Tanaman talas beneng tergolong unik dan berbeda dengan jenis talas lainnya. Salah satu keunikan talas tersebut adalah memiliki ukuran umbi yang besar dan berwarna kuning. Dengan keunikan tersebut masyarakat lokal memberi nama Talas Beneng “beuneur” artinya besar atau padat dan “koneng” artinya berwarna“ kuning”.

“Talas Beneng tumbuh dengan baik diarea kaki Gunung Karang Kabupaten Pandeglang dan merupakan tanaman yang berasal dari daerah pandeglang Banten”, Ujar H. Andi.

Potensi pengembangan tanaman talas beneng di Pandeglang bisa mencapai 10,000 ha lebih, dan pemerintah daerah kabupaten Pandeglang melalui dinas pertanian sudah melakukan langkah langkah dalam mengembangkan tanaman asli Pandeglang itu yang saat ini mencapai 700 Ha

“Langkah awal untuk pengembangan ekspor tanaman talas beneng ini, kami siapkan program SRG (Sistem Resi Gudang) dimana kami akan membangun gudang dan melibatkan pembiayaannya dari Bank untuk menampung hasil panennya yang siap ekspor dan perlu dukungan dari pemerintah kabupaten setempat,“ tutup Jerry Sambuaga. (Lb/Ags/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here