Dosen Unpam Latih Guru se Tangsel Penulisan Naskah Ilmiah

Dosen Unpam saat foto bersama dalam kegiatan PKM, Minggu (7/11/2021)/Dok. Liputanbanten.co.id

Tangsel, Liputanbanten.co.id – Dosen-dosen Program Studi Manajemen S1 Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pamulang melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM). Acara yang dikemas dalam bentuk Pelatihan Penulisan Naskah Ilmiah bagi guru-guru se Kota Tangerang Selatan (Tangsel) itu digelar di SMP Negeri 17 Tangsel.

Kegiatan yang dilaksanakan secara sederhana itu disambut antusias oleh para peserta pelatihan. Sebanyak lima dosen bertindak sebagai nara sumber yaitu Gatot Kusjono, Syamruddin, Suprianto, Ali Maddinsyah, dan Sugeng Widodo.

Gatot Kusjono yang juga menjadi ketua pengabdi kepada Liputanbanten.co.id, Minggu (7/11/2021), mengatakan, kegiatan pelatihan ini bertujuan untuk memberikan pencerahan kepada para guru sekolah se-Tangsel tentang pentingnya menulis naskah ilmiah. Selain itu juga sebagai salah satu upaya dalam mengembangkan penerbitan jurnal-jurnal ilmiah di lingkungan sekolah seperti halnya di SD, SMP, dan SMA.

Selain sebagai kewajiban bagi dosen dalam melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi, pengabdian kepada masyarakat ini juga dapat menjadi sarana yang bermanfaat dalam meningkatkan skill bagi para guru, khususnya dalam menulis naskah ilmiah. Dengan demikian, semakin banyak guru yang berminat untuk menyalurkan bakatnya dalam hal tulis-menulis.

“Kegiatan di SMP 17 Tangsel ini merupakan tindak lanjut dari kegiatan-kegiatan sebelumnya. Untuk selanjutnya, kami akan membuat pelatihan serupa di sekolah-sekolah lain yang ada di Tangsel maupun daerah lainnya,” ujarnya.

Syamruddin, yang menjadi salah satu narasumber dalam pelatihan tersebut menyampaikan, bahwa untuk menulis naskah ilmiah tidaklah sulit. Sebab menulis bisa dimulai dari huruf apa saja, tidak harus terpaku dengan huruf tertentu yang pada akhirnya membuat penulis merasa kesulitan untuk memulai dalam membuat tulisannya.

Kemudian hal yang penting lagi yakni harus fokus dalam menulis, apalagi ketika ide-ide atau gagasan yang akan dituangkan dalam menulis sudah muncul, jangan ditunda dan sebaiknya langsung dituangkan ke dalam tulisan. Biasanya pada saat menulis tidak mungkin langsung sempurna hasil tulisan yang dibuat. Itulah sebabnya ada tahap untuk pengeditan setelah semua tulisan rampung dibuat.

“Jadi menulis itu sesungguhnya tidaklah sulit. Yang penting ada kemauan untuk menuangkan apa saja yang ada dalam benak kita. Kemudian harus fokus sehingga tulisan terus bisa mengalir saat kita sudah mulai menulis. Tentunya, kalau dalam menulis naskah ilmiah yang akan diterbitkan di jurnal, maka yang pertama kali kita lakukan yaitu mencari ketentuan penulisan yang dipersyaratakan oleh pengelola jurnal. Misalnya, sistematika penulisan yang akan memberikan panduan bagi kita dalam menulis naskah ilmiah yang akan dimuat di jurnal. Biasanya sistematika penulisan dikemas dalam bentuk template penulisan artikel jurnal,” paparnya. (Lb/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here