Walikota Cilegon Dilaporkan ke Kejaksaan Agung

Walikota Cilegon Helldy Agustian.@Liputanbanten.co.id

Cilegon, Liputanbanten.co.id – Aliansi mahasiswa Cilegon menilai, pengangkatan tenaga ahli yang dilakukan Walikota Cilegon Helldy Agustian merupakan perbuatan maladministrasi.

“Penganggkata tenaga ahli Walikota Cilegon secara yuridis cacat administrasi, dimana pengangkatan tenaga ahli tidak diatur dalam peraturan perundang-undangan manapun,” ujar Hasadi Putra sebagai Koordinator Aliansi Mahasiswa Cilegon, Selasa (12/10/2021).

Sebagai warga Kota Cilegon, Hasadi mengaku kecewa dengan pengangkatan tenaga ahli yang menurutnya juga tidak sesuai dengan kemampuan yang dimiliki tenaga ahli itu sendiri.

“Karena suatu SK yang di terbitkan oleh seorang walikota tentu akan berakibat pada pengeluaran anggaran, apabila daerah mengeluarkan biaya biaya tanpa dasar hukum yang jelas maka hal tersebut adalah tindakan yang merugikan keuangan daerah,” ujarnya.

“Sangat tidak masuk akal seorang yang tidak jelas kompetensinya tiba-tiba menerima hak keuangan daerah hanya karena yang bersangkutan dengat dengan oknum kepala daerah, kami sebagai masyarakat mempertanyakan apakah di benarkan seorang walikota bisa melakukan perubahan anggaran belanja dari pegawai honorer menjadi belanja tenaga ahli?,” tegasnya.

Aliansi mahasiswa Cilegon juga melaporkan peesoalan tersebut ke Kejaksaan Agung. Hasadi berharap, Kejaksaan Agung memproses laporannya.

“Kami meminta agar bapak jaksa agung muda tindak pidana khusus untuk mengusut perbuatan Walikota Cilegon atas pengangkatan tenaga ahli yang tidak mempunyai dasar, kami mengharapkan penyidik kejagung turun langsung memeriksa Walikota Cilegon, karena kami tidak percaya kalau kasus ini di serahkan kepada Kejati Banten bahkan Kejari Cilegon, karena ada pengalaman pada kasus Kadishub Cilegon yang tidak tuntas,” tutup Hasadi.(Rls/Ifn/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here